Phishing dan Scam Online: Kenali Ciri-Cirinya agar Tidak Tertipu
Admin
9/11/20254 min read
Di dunia digital yang semakin connected, ancaman penipuan online seperti phishing dan scam telah menjadi bahaya yang mengintai setiap pengguna internet. Penipu terus menyempurnakan taktik mereka, membuatnya semakin sulit dibedakan dari komunikasi asli. Namun, dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat membentengi diri dan mengenali tipu muslihat mereka.
Mari kita selami apa itu phishing dan scam, bagaimana cara kerjanya, dan yang paling penting—cara mengenali dan menghindarinya.
Apa Itu Phishing? Memancing Data dengan Umpan Palsu
Phishing adalah upaya penipuan untuk mencuri informasi sensitif Anda, seperti nama pengguna (username), kata sandi (password), detail kartu kredit, atau Nomor Induk Kependudukan (NIK), dengan menyamar sebagai entitas atau orang yang terpercaya dalam komunikasi elektronik, seperti email, SMS, atau pesan instan.
Istilah "phishing" adalah plesetan dari "fishing" (memancing), dimana penipu "memancing" korban dengan "umpan" berupa pesan yang tampak meyakinkan, dengan harapan korban "menggigit" dan memberikan informasi berharganya.
Apa Itu Scam? Skema Penipuan yang Lebih Luas
Scam adalah skema penipuan yang lebih luas yang dirancang untuk mengelabui korban agar memberikan uang atau barang berharga lainnya. Phishing sering kali merupakan bagian dari sebuah scam yang lebih besar. Contoh scam termasuk penipuan investasi bodong, penipuan romance (pencatutan), dan penipuan tech support.
Ciri-Ciri Umum Phishing dan Scam Online
Meski tekniknya terus berkembang, sebagian besar upaya phishing dan scam memiliki pola dan ciri-ciri yang dapat dikenali:
1. Rasa Urgensi dan Ancaman yang Tidak Wajar
Contoh: "Akun Anda akan dinonaktifkan dalam 24 jam jika tidak segera verifikasi!", "Tagihan menunggak! Segera lunasi atau kami blokir layanan!", "Anda memenangkan undian! Klaim hadiahmu dalam 1 jam!"
Tujuannya: Membuat Anda panik dan mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.
2. Pengirim yang Mencurigakan
Periksa Alamat Email dan Nomor Pengirim: Perhatikan baik-baik alamat email pengirim. Seringkali, alamatnya hampir mirip dengan perusahaan aslinya, tetapi ada typo atau domain yang aneh (contoh: support@paypa1.com bukan support@paypal.com, atau info@bni-center.com). SMS dari nomor seluler pribadi yang mengaku dari bank juga harus diwaspadai.
3. Permintaan Data Sensitif yang Tidak Lazim
Tidak ada institusi financial atau platform terpercaya yang akan meminta informasi sensitif Anda melalui email atau SMS. Jika sebuah pesan meminta Anda untuk membalas dengan password, OTP (One-Time Password), PIN, atau nomor kartu kredit, itu 100% adalah penipuan.
4. Link atau Lampiran yang Mencurigakan
Arahkan kursor (jangan diklik) di atas link untuk melihat pratinjau alamat website tujuan. Seringkali, link itu akan mengarah ke website palsu yang tampilannya mirip dengan website bank atau e-commerce asli, tetapi dengan domain yang tidak dikenal.
Jangan pernah mengklik lampiran dari pengirim yang tidak dikenal, karena bisa mengandung malware yang dapat menyadap data Anda.
5. Grammar dan Ejaan yang Buruk
Pesan phishing sering kali diterjemahkan secara otomatis atau ditulis dengan buruk, sehingga mengandung kesalahan tata bahasa, ejaan, dan pemilihan kata yang aneh. Perusahaan resmi biasanya memiliki standar proofreading yang ketat.
6. Penawaran yang Terlalu Bagus untuk Menjadi Kenyataan
Hadiah mobil, uang tunai miliaran rupiah, atau investasi dengan imbal hasil sangat tinggi tanpa risiko adalah umpan klasik yang masih sering digunakan.
Contoh Nyata yang Beredar di Indonesia
Phishing SMS Bank: "BNI: Akun Anda terblokir. Segera aktifkan ulang di bni-[link-palsu].com untuk menghindari penutupan akun."
Phishing Email E-commerce: "Tokopedia: Terdapat aktivitas login mencurigakan. Verifikasi identitas Anda di sini [link-palsu] untuk mengamankan akun."
Scam Pengiriman Paket: "JNE: Paket Anda tertahan. Bayar biaya administrasi di [link-palsu] untuk proses pengiriman."
Scam Undian: "Anda terpilih sebagai pemenang undian Shopee! Kirim data diri dan biaya administrasi ke rekening ini..."
Langkah-Langkah Perlindungan Diri: Jangan Jadi Korban!
Jangan Klik, Langsung Verifikasi! Jika Anda menerima pesan mencurigakan dari bank atau layanan tertentu, jangan gunakan link yang diberikan. Akses website resmi mereka langsung dengan mengetik alamatnya sendiri di browser, atau hubungi call center resmi yang tercantum di website tersebut untuk konfirmasi.
Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA/2FA): Ini adalah lapisan keamanan terpenting. Meskipun penipu berhasil mencuri password Anda, mereka tidak bisa login tanpa kode verifikasi kedua dari ponsel Anda.
Periksa URL Website dengan Cermat: Sebelum memasukkan data login apa pun, pastikan alamat website dimulai dengan https:// (bukan http://) dan ada ikon gembok kecil di bilah alamat, yang menandakan koneksi terenkripsi. Periksa juga ejaan domainnya.
Gunakan Password yang Kuat dan Unik: Gunakan password berbeda untuk setiap akun penting. Gunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Pertimbangkan untuk menggunakan password manager.
Waspada terhadap Permintaan OTP: Ingatlah, tidak ada seorang pun yang berhak meminta kode OTP Anda, termasuk yang mengaku dari bank atau customer service. Kode OTP hanya untuk Anda masukkan ke website/app resmi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Tertipu?
Segera Hubungi Bank/Layanan Terkait: Laporkan insiden tersebut untuk membekukan akun atau kartu jika diperlukan.
Ganti Semua Password: Segera ubah password akun yang terkait dan akun lain yang menggunakan password serupa.
Laporkan ke Otoritas: Laporkan ke patrolisiber.id atau akun Instagram @patrolisiber Polri. Anda juga bisa melaporkan website phishing kepada Google via Google Safe Browsing.
Pasang Antivirus dan Scan Komputer: Untuk menghapus malware yang mungkin terinstall.
Kesimpulan: Keamanan Adalah Tentang Kewaspadaan yang Terus-Menerus
Penipu online selalu meningkatkan game mereka, tetapi pertahanan terbaik tetaplah pengguna yang terdidik dan waspada. Dengan mengenali ciri-ciri phishing dan scam, serta menerapkan langkah-langkah keamanan dasar, Anda dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri dan aman.
Ingatlah selalu: Jika ragu, jangan klik. Jika terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin memang begitu. Dan tidak ada perusahaan legit yang akan meminta data sensitif Anda via email atau SMS.
Daftar Pustaka
Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA). (2021). Avoiding Social Engineering and Phishing Attacks. Retrieved from https://www.cisa.gov/uscert/ncas/tips/ST04-014
Anti-Phishing Working Group (APWG). (2023). Phishing Activity Trends Reports. Retrieved from https://apwg.org/trendsreports/
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2023). Lindungi Diri dari Penipuan Berkedok Investasi dan Pinjaman Online. Retrieved from https://ojk.go.id
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). (2022). Waspada Penipuan Berbasis Social Engineering. Retrieved from https://www.kominfo.go.id
link layanan
© 2025. Unilink Networks. All rights reserved.


Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut :
Jl. Raya Batujajar KM. 10, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, 40561
link Cepat
Terhubung dengan kami di jejaring sosial
Unduh aplikasi mobile UniFi
Senin - Minggu, 08.00 - 20.00 WIB
